Niat Ubah Ekonomi Pergi Ke Malaysia, Unidah Justru Disiksa Majikan
INDRAMAYU JURNALNEWS - Penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) kembali terjadi, kali ini menimpa seorang TKW asal Indramayu bernama Unidah, wanita berusia 24 tahun warga Blok Lebe Suud Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Unidah berangkat untuk menjadi TKW ke Malaysia pada 10 April 2016 lalu, disana ia bekerja menjadi asisten rumah tangga. Unidah mengatakan bahwa ia sering dianiaya oleh majikan perempuannya bernama Lin ChunBun," hampir di sekujur tubuh saya penuh luka dan memar, yang paling sakit di bagian tulang leher saya karena sering ditendang dari belakang saat saya sedang menyetrika." Katanya.
"Selain ditendang, saya juga sering dipukul bahkan rambut saya dijambak dan kepala dibentur-benturkan ke tembok oleh majikan. Padahal saya tidak melakukan kesalahan." Tambahnya
Berulang kali Unidah minta dipulangkan karena sudah tidak tahan terhadap perlakuan majikannya tersebut," Saat saya sakit tetap dipaksa bekerja dan tidak pernah diajak berobat, saya minta dipulangkan karena sudah tidak kuat menahan menahan sakit dan tidak berdaya, lagipula saya tidak mau kalau harus meninggal di Malaysia." Ungkap Unidah.
Sementara itu, Warsidi ayah kandung Unidah menceritakan awal mula anaknya menjadi seorang TKW,"Awalnya Unidah direkrut oleh Asmari seorang sponsor warga Desa Sendang Kecamatan Karangampel. Kemudian tanggal 10 April 2016 Unidah diberangkatkan ke Malaysia oleh PT. Bina Gala Mitra."
"Di Malaysia ia bekerja pada majikannamanya Lee Chun Fat dan istrinya Lein ChunBun selama kurang lebih satu setengah tahun dan tanggal 27 Januari 2018 dalam keadaan sakit, anak saya dipulangkan melalui bandara Adi Sutjipto Yogyakarta." Jelas Warsidi.
Warsidi juga mengungkapkan kekecewaannya karena PJTKI tidak mengantar anaknya sampai rumah sehingga ia harus menjemput Unidah ke Yogyakarta,"Saya merasa kecewa terhadap PJTKI yang tidak mengantar anak saya sampai rumah, sehingga saya harus menjemput Unidah ke Yogyakarta menggunakan biaya sendiri." Ungkapnya.
Disamping itu, Koordinator tim advokasi SBMI Cabang Indramayu Samudi menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan membawa korban terlebih dahulu untuk berobat dan kemudian baru akan meminta pertanggungjawaban dari pihak perekrut."Rencana secepatnya akan kami bawa Unidah ke RSUD Indramayu untuk diobati, kasihan korban selama sakit belum pernah dibawa berobat," ujar Samudi.
Liputan: (NR)

Post a Comment