KPU Banjar, Tidak Segan-segan Pecat PPK dan PPS Yang Tidak Netral Saat Pilkada
BANJAR JURNALNEWS - Sikap profesional dan integritas harus dijunjung tinggi oleh seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Tingkat Desa, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar, pada penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018.
“Jika ada anggota PPK dan PPS yang kedapatan tidak netral, KPU Banjar tidak segan-segan untuk memberhentikan dan memecatnya,” ujar Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Mukhlis, S.Ag, saat ditemui usai acara Sosialisasi Pilkada Serentak KPU Kota Banjar, bersama Kelompok Stategis Ormas Pemuda Pancasila dan AMS Kota Banjar, di Aula RM. Joko, Jln. Brigjen M. Isa, Kota Banjar, Minggu (25/02/2018).
Lanjut Dani, Anggota PPK dan PPS dituntut untuk bekerja secara profesional dan berintegritas. Semuanya dilakukan agar pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018, diwilayah Kota Banjar, Jawa Barat, dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Dan jangan sampai terjadi kasus yang menimpa teman-teman KPU dan Panwaslu Kabupaten Garut, terjadi diwilayah Kota Banjar.
Dani menambahkan, jika di wilayah Kota Banjar, kedapatan dan ada anggota PPK dan PPS, menjadi anggota partai politik, atau tim sukses salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Walikota dan Wakil Walikota Banjar, bahkan kedapatan menerima suap dari salah satu paslon peserta Pilkada, pihak KPU Kota Banjar, tidak segan – segan untuk memberhentikan dan memecatnya.
“Bila ada anggota PPK dan PPS diwilayah Kota Banjar, yang menjadi anggota salah satu partai politik, maka sebaiknya mundur saja. Anggota PPK dan PPS juga tidak boleh menjadi timses pasangan yang akan maju di Pilkada. Bahkan bila kedapatan ada PPK dan PPS yang menerima suap dari salah satu paslon kontestan Pilkada, kami tidak segan-segan untuk memecatnya,” tegasnya.
Liputan: (Baehaki Efendi).

Post a Comment