PRESS RELEASE KNPI GOES TO PESANTREN – “DIALOG KEBANGSAAN” “Solusi Kebangsaan dari Pemuda & Santri Untuk Bangsa”
SUKABUMI - Indonesia dalam beberapa waktu terakhir berada dalam kondisi memperihatinkan. Peristiwa pelanggaran dan intoleransi agama banyak terjadi dalam dua pekan terakhir di sejumlah daerah,persekusi, intimidasi hingga melukai bahkan hingga menimbulkan kematian terhadap para Ulama dan dan Tokoh Agama, telah menimbulkan keresahan dan situasi yang tidak nyaman di tengah masyarakat. Diawali dengan penganiayaan terhadap KH Umar .
Basri (Pimpinan Ponpes Al-Hidayah Cicalengka), pembunhan Ustadz Prawoto (Komando
Brigade PP Persis), persekusi terhadap Biksu di Tangerang, bakti sosial di gereja
Yogyakarta yang dibubarkan oleh salah satu ormas Islam, Penyerangan Gereja Lidwina di
Sleman, serta pengrusakan Mesjid Baitur Rohim oleh OTK, di Tuban. Lebih dari pada itu,
peristiwa tindakan intoleransi dan isu-isu SARA juga rawan, dimanfaatkan sekelompok
orang tertentu yang menggiring opini publik sehingga mempengaruhi kondusifitas bangsa ini sehingga jauh dari rasa aman, damai dan penuh ketentraman.
KNPI sebagai moral force (kekuatan moral) yang merupakan representasi dari
seluruh elemen kepemudaan yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakarn
Pemuda (OKP) di setiap tingkat dari Pusat hingga kecamatan, merasa terpanggil untuk
melakukan langkah nyata memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan turun ke-tingkat-
tingkat bawah dan menyatu dengan simpul-simpul strategis di tengah masarakat.
Pesantren dan Masjid merupakan simpul terpenting yang kami sentuh untuk pertama
kali, melalui Program KNPI Goes To Pesantren & Masjid, merupak program nyata kami
untuk lebih membaur dengan kalangan santri, ta’mir masjid, remaja masjid dan tokoh Alil
Ulama dan Ustadz. Melalui kegiatan “Dialog Kebangsaan” yang kami pusatkan di Masjid-
Masjid Besar dengan menghadirkan berbagai elemen Santri dari berbagai Pesantren, Ta’mir
Masjid & Remaja Masjid dari berbagai masjid, dengan berbagai organisasi Kepemudaan,
Mahasiswa dan Pelajar, kami berharap dapat memberikan kesejukan dan kedamaian
kepada bangsa dan masyarakat dengan hadirnya kami (Pemuda dan Santri) bersama
menjaga ulama dan tokoh agama, menjaga masjid dan pesantren terbebas dari berbagai
praktik politik apapun, dan intimidasi dari pihak manapun “sebagai solusi kebangsaan dari
Pemuda dan Santri untuk Bangsa.
Melalui “Dialog Kebangsaan” yang yang diprakarsai oleh Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) Kota/Kabupaten Sukabumi bersama – sama dengan KNPI Jawa Barat,
yang dibuka langsung oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Jawa Barat Bung Rio F. Wilantara
dan dihadiri oleh para Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi Bung Mellan Maulana
Suryadiraksa dan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Bung Reggy Afriansyah, ST.,
beserta jajarannya masing-masing, kami bersama mencoba menyuguhkan tema wawasan
kebangsaan sebagai resolusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang tengah terjadi.
Dengan narasumber yang mewaliki berbagai elemen ketokohan yang representarif mulai
dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi (KH. A. Komarudin), Ketua
MUI Kota Sukabumi (Prof. Dr. H.Deddy Ismatullah, SH. M.Hum.) Tokoh Alim Ulama dari
Pimpinan Ponpes Al Fath Suakbumi (Dr. KH. Fajar Laksana, SE, MM), dari unsur TNI/Polri.
hadir, lagsung oleh Dandim 0607 Letkol. Inf. M. Mahfud, S.Ip. dan Kapolresta
Sukabumi AKBP Sulistiyo Purnomo Condro, SIp. serta dari Unsur Pemuda disampaikan
oleh Sekretaris DPD KNPI Provinsi Jawa Barat (Dr. (Cand) Asep Komarudin, S.Ag. M.Ud.
dengan moderator DKM Masjid Raoudhatul Irfan H. Abdul Malik, M.Ag.
Acara dialog kebangsaan yang mengangkat tema “Komitmen Bersama Pemuda dan
Santri dalam Menjaga Pesantren dan Masjid sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa,
dilangsungkan dengan Deklarasi Bersama Ulama, Pemuda, Santri, Pelajar dan Mahasiswa
dalam menjaga Masjid (rumah ibadah) dan Ulama serta Tokoh Agama, dan penandatangan
spanduk dukungan untuk menolak sagala bentuk politisasi agama dan masjid untuk
kepentingan politik praktis, dan komitmen menjaga bangsa dari berbagai halangan,
tantangan dan ancaman dan gangguan dari pihak manapun yang akan merongrong NKRI.
Hal ini merupakan wujud komitmen bersama menuju Solusi Kebangsaan Pemuda dan
Santri untuk Bangsa untuk mengembalikan peran tempat-tempat ibadah sebagai pendukung transformasi sosial budaya bagi masyarakat yang bebas dari isu-isu politik dan SARA.
Dialog ini diharapkan dapat membangun konstruksi berpikir pemuda dan santri dalam
mendorong terciptanya situasi yang kondusif, tentram, aman dan damai di tengah
masyarakat.
Kegiatan KNPI Goes To Pesantren di Sukabumi ini merupakan rangkaian dari road
show kebangsaan KNPI di seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat, di mulai dengan kegiatan
“Dialog Kebangsaan” yang dirangkaikan dengan Deklarasi Bersama Pemuda dan Santri
kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya
Cisaat Kabupaten Sukabumi, dan Ponpes al Islamiyah Kota Sukabumi hal ini dilakukan
untuk mengangkat kekuatan-kekuatan pesantren yang hakikinya adalah penjaga generasi
muda dan bangsa. Kegiatan ini di mulai dari Sukabumi pada hari ini Sabtu tangal 24
Februari 2018 di Masjid Raudhatul Irfan Jalur Cisaat Sukabumi, dilanjutkan di
Kabupaten Cianjur 25-26 Februari 2018 di Masjid Agung Cianjur dan Pondok
Pesantren al Ittihad Cianjur. Hal ini merupakan wujud komitmen pemuda dalam manjaga
bangsa ini, dan kami belajar dari bagaimana cara pesantren dan alim ulama dalam menjaga
bangsa Indonesia.
#Pemuda&SantriPenjagaBangsa
#PemudaPenjagaUlama&TokohAgama
#PemudaTolakPolitisasiMasjid
#Pemuda Bersama Santri-JagaBangsa dan Tokoh Agama
Sukabumi, 24 Februari 2018
Rio Febrian Wilantara, P.hD.
Ketua DPD KNPI Provinsi Jawa Barat
Mellan Maulana Suryadiraksa
Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi
Reggy Afriansyah, ST
Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi


Post a Comment