Header Ads

Padil Karsoma Akan Ubah Ikon Purwakarta Kembali Sebagai Kota Santri dan Islami



PURWAKARTA JURNALNEWS - Sosialisasi dan pengenalan diri terhadap warga masyarakat terus dilakukan Paslon Bupati dan Wakil Purwakarta. 

Seperti halnya Paslon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta Nomer Urut 1 Padil Karisma- Acep Maman bersama Timses melakukan sosialisasi, silaturahmi sekaligus pengenalan diri mendatangi warga masyarakat Desa Simpang Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta minggu (4/03). 

Padil Karsoma dalam sambutannya dihadapan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Desa Simpang menginginkan jika dirinya didukung dan ditakdirkan menjadi Bupati Purwakarta akan melakukan terobosan-terobosan diantaranya ingin meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat.

"Di sektor pembangunan ekonomi, perlu adanya keterlibatan masyarakat secara aktif sehingga tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen, akan tetapi dapat berperan aktif juga sebagai produsen. Karna pemberdayaan masyarakat itu merupakan kunci utama dan penting untuk memperkuat terjadinya pertumbuhan ekonomi kerakyatan,"kata Padil Karsoma. 


Padil Karsoma yang dikenal sebagai birokrat senior sebelumnya pernah menjabat Sekda Kabupaten Purwakarta menuturkan perlu adanya keselarasan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang amanah dan berwibawa, tentunya dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan terhadap warga masyarakat purwakarta. 

"Pada sektor pembangunan infrastruktur fisik di Wilayah Purwakarta selama dipimpin bupati sebelumnya diakui memang cukup signifikan. Akan tetapi, jika saya jadi Bupati Purwakarta, selain pembangunan infrastruktur, juga dari sektor pembangunan ekonominya akan digenjot sedemikian rupa melalui perwujudan program pemberdayaan masyarakat. Upaya itu, tentu diperkuat dengan melakukan adanya pelatihan dan pendidikan SDM nya dan diimbangi dengan upaya menggali potensi SDA yang ada di tiap desa,"kata Padil Karsoma. 

Secara universal Padil Karsoma menginginkan adanya banyak perubahan di Kabupaten Purwakarta ini. Diantaranya, dari sektor pendidikan jadwal masuk sekolah bakal dinormalkan kembali seperti semula, pakaian anak sekolah tingkat dasar dan menengah akan diberlakukan kembali mengenakan seragam merah putih dan pramuka, serta para penjaja makanan silahkan berjualan disekitar lingkungan sekolah dengan catatan tetap tertib dan menyajikan makanan yang steril dan sehat layak dikonsumsi,"tambah Padil Karsoma. 


Disela-sela sambutan Cabup Padil Karsoma, salah seorang tokoh pemuda simpang Jejen Pelor mengusulkan agar para guru ngaji dan pengurus DKM di purwakarta juga harus diperhatikan aspirasinya, yakni terkait perbaikan fasilitas tempat ibadah maupun kesejahteraanya. 

Padil Karsoma spontan langsung menjawab, itu semua sudah menjadi agenda kami, bahkan patung-patung yang ada di sekitar kota purwakarta, atas kesepakatan bersama akan dimusnahkan dan diganti dengan bangunan sesuai karakteristik budaya orang purwakarta. Pokoknya purwakarta harus kembali menjadi Kota Santri dan Islami,"pungkasnya.





Liputan:  (Jal)

No comments

Powered by Blogger.