Calo BPJS di Duga ada Kerja Sama Antara Sejumlah Oknum di Dinsos dan Dinkes Kabupaten Indramayu
INDRAMAYU - JN- Nu, seorang caro BPJS KIS yang sering melancarkan operasinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Indramayu pada selasa (10/04/2018) lalu tertangkap tangan saat melakukan aksinya oleh Anggota DPRD Azun Mauzun beserta warga setempat.
Untuk mendapatkan kartu BPJS KIS melalui calo, keluarga pasien harus mengeluarkan uang sejumlah 4 juta rupiah, uang ini di sebut sebut untuk mempercepat proses hanya dalam 1 hari.
Diduga aksi calo ini terkait dengan adanya kerja sama yang sistematis antara sejumlah oknum di dinas sosial dan dinas kesehatan kabupaten indramayu.
Nu saat tertangkap mengaku, aksi yang dilakukannya tersebut atas dasar intruksi dari Man, Pegawai Negeri Sipil Dinas Sosial Indramayu yang di tugaskan di RSUD.
"awalnya saya di telpon oleh Man, Nu, Ini ada pasien", ucap Nu menirukan perkataan man. "saya memang sudah biasa mengurus persyaratan kelengkapan pengajuan BPJS" terangnya.
Di katakan Nu, "Suk (calo lain) yang sudah berusaha melobi pihak Dinas Kesehatan" untuk dinkes nya aja 1 juta 500 ribu, dinsosnya berapa? sayanya berapa?" ungkap Nu meniru perkataan Suk.
setelah di bujuk, Nu mau mengungkap nama pihak dinkes yang di lobi oleh suk, "suk yang melobi ke Nur, saya tau nama tapi tidak tau orangnya" kilah Nu.
Terpisah di kantor dinsos Man selaku petugas dinsos di RSUD indramayu mengatakan (12/04/2018) "keluarga pasien datang keloket dinsos minta dibantu kelengkapan persyaratannya, oleh karena itu saya telpon Nu untuk mengurusnya, karena Nu sudah biasa ngurus-ngurus seperti ini" kata man.
"saya hanya membantu mengurus kelengkapan persyaratan yang belum dilengkapi pasien untuk mendapatkan kartu BPJS saja, saya tidak pernah mengucapkan nominal sebesar itu" tambahnya.
sementara itu, Nur petugas Dinkes saat di klarifikasi (12/04/2018) tidak merasa memberi tarif senilai 1 juta 500 ribu kepada calon peserta BPJS "saya tidak pernah melakukan hal sepeti itu, silahkan saja buktikan".
"yang datang ke saya untuk mengurus registrasi BPJS itu bukan keluarga pasien, bukan juga Suk, melainkan Nu yang ke saya, saya gak tau dan gak kenal yang namanya Suk, saya tau Nu sudah biasa mengurus berkas pasien" kilah Nur.
ucapan Nur di yakinkan setelah media menunjukkan foto Nu ke Nur, apa benar orang ini yang datang mengurus persyaratan? *ya, benar dia yang datang ke saya untuk mengurus BPJS pasien dari RSUD Gunung Jari cirebon" ungkapnya.
Berawal dari Nas selaku keluarga pasien (anak usia 3 bulan) yang di Rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon warga desa srengseng kecamatan krangkeng kabupaten indramayu berniat mengurus persyaratan BPJS di kantor BPJS Indramayu agar mendapatkan keringanan biaya rumah sakit.
namun setelah di beri informasi oleh petugas BPJS bahwa kartu BPJS baru bisa aktif setelah dua minggu proses, Nas undur diri, pasalnya keluarga pasien sangat membutuhkan kartu tersebut dalam waktu sehari.
mengetahui hal itu, petugas BPJS memberi masukkan agar Nas mengurus untuk membuat kartu BPJS KIS saja, hal ini di setujui Nas mengingat waktu yang sangat mendesak.
untuk mengurus persyaratan BPJS KIS, petugas BPJS memberi langkah awal kepada Nas agar melengkapi persyaratan ke Dinas Sosial indramayu.
Dikarenakan pasien baru berumur 3 bulan dan namanya belum masuk dalam Kartu Keluarga (KK), Nas konsultasi ke petugas loket Dinsos yang ada di RSUD indramayu.
Mengetahui Nas yang saat itu membutuhkan Kartu BPJS KIS dalam waktu singkat, Petugas loket dinsos di RSUD memberi tawaran harus membayar lebih kepada petugas.
"ya udah pak kalau memang seperti itu, bapak mau gak bayar?" ucap Nas menirukan perkataan petugas dinsos
namun Nas memohon kepada petugas agar diberi keringanan biaya "berapa pak bayarnya? tolong jangan mahal-mahal, namun saat itu petugas tidak menjawab, ucap nas lagi.
Setelah itu, lanjut Nas, perugas dinsos menelpon beberapa orang (calo) yang kemudian orang orang tersebut di beri tugas, ada yang diberi tugas ke dinkes, disduk dan Ke kantor BPJS.
beberapa jam kemudian Print Out KK dari dinas kependudukan sudah jadi, calo mengatakan jumlah nominal 4 juta untuk mengurus semua persyaratan. keluhnya.
Liputan: ( EF )

Post a Comment