TAK KERJA HATI GALAU (Pendidikan yang menjamin kemapanan)
CIANJUR -JN- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, terjadi kenaikan jumlah . "Setahun terakhir, pengangguran bertambah 10.000 orang menjadi 7,04 juta di Tahun 2017. Pengangguran merupakan istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja. Seseorang yang sedang berusaha atau sulit mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai kemampuan dan pendidikannya.
Di Indonesia Pengangguran biasanya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Dari tahun ke tahun Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang,sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Rendahnya faktor pendidikanlah yang menyebabkan banyaknya pengangguran di indonesia, banyak perusahaan dan tenaga kerja lainnya yang sangat mementingkan kualitas seorang pelamar pekerjaan. Pendidikanlah yang mampu menyeimbangkan pendapatan dengan kemampuan kita. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.
Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Di Era Zaman yang semakin canggih dan modern manusia di tuntut mampu mengikuti perkembangan zaman, banyak sekali para pencari kerja di indonesia yang rendah pendidikan dan kesadaran bahwa pendidikan itu sangatlah penting untuk menjamin masa depan yang jauh lebih baik. Pada faktanya banyak anak-anak yang putus sekolah di usia muda dikarenakan alasan biaya dan perekonomian yang tak cukup dan mengharuskan mereka bekerja mencari uang semampunya tanpa didasari ilmu dan keterampilan.
Bergantinya tahun pengangguran semakin meningkat jumlahnya, pekerja yang hanya mengandalkan ijasah yang berlulusan SD/SMP pun mulai jenuh dan mengeluh karena pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Banyak sekali pencari kerja dari Desa dan Kota kecil yang melamar pekerjaan hingga ke Ibu Kota hanya untuk mengadukan nasib agar jauh lebih baik, namun perkembangan semakin canggih dan modern yang membatasi para pencari pekerjaan di karenakan faktor pendidikan yang sangat rendah. Banyak sekali perusahaan yang menerima pelamar yang berlulusan Sarjana dan Magister untuk bekerja di perusahaan namun ada juga perusahaan yang menerima lulusan SMA/SMK untuk dijadikan posisi karyawan pabrik dengan gaji yang tidak seberapa.
Harapan saya untuk generasi muda marilah kita sekolah setinggi-tingginya agar apa yang di cita-citakan dapat terwujud, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan memiliki keahlian kemampuan di bidang masing-masing. Agar hidup lebih terjamin dan masa depan lebih baik.
Banyak perusahaan yang akan mencari tenaga kerja yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi. Jadikanlah diri berkualitas dan dicari perusahaan bukan mencari pekerjaan. Jadilah diri kita yang mampu menciptakan, bukan bekerja menukarkan waktu untuk uang.
(Jihan Sahnaz Sungkar)

Post a Comment