Pemprov Sumut, Bangun IPAL Di SMAN 1 Pangururan
Foto: pemprov sumut, Bangun IPAL di SMAN 1 Pangururan
Bila limbah dibuang langsung ke sungai atau Ke danau toba, air sungai yang mengandung bakteri akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pangururan,Bilpon Simbolon mengantispasi itu semua,dan telah merealisasikan dengan menerima pemembangun IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah di bangun di SMAN 1 Pangururan, untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi). "Yang akrab bagi masyarakat adalah IPAL untuk limbah WC lebih dikenal dengan sebutan septik tank," ujar Bilpon Simbolon
Bilpon Simbolon menjelaskan, Pembangunan IPAL di SMAN 1 Pangururan dananya bersumber dari Provinsi Sumatra utara
Bilpon Simbolon juga menjelaskan kepada awak media JurnalNews,tentang mengapa harus ada IPAL. Selama manusia hidup & beraktivitas, maka akan menghasilkan kotoran atau limbah, yaitu:
Limbah padat seperti sampah plastik, kaleng.
Limbah cair seperti, air limbah dari wc atau kamar mandi dan cucian.
Sampah atau air buangan tidak bisa dibuang begitu saja, seperti halnya limbah padat yang juga tidak bisa dibuang sembarangan. Meskipun kelihatannya air limbah bisa langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir di sungai, air limbah rumah tangga sebenarnya juga merupakan limbah yang merusak lingkungan hidup. "untuk itulah SMAN 1 Bersyukur dengan dibangunnya IPAL dan minta dukungan masyarakat dan Rekan Media untuk sadar lingkungan, "ujar Bilpon
Besar harapan Kami,dan saya selaku Kepala sekolah SMAN 1pangururan, agar pemerintah dapat menindak lanjuti/memikirkan operasional kelanjutan IPAL, agar IPAL dapat berjalan/dioperasiolalkan dengan baik, tentu itu semua memakai kos/biaya,tambahnya
Liputan: (Ton's)


Post a Comment