Polresta Banjar, Gelar Silaturahmi Kamtibmas Dengan Pimpinan Pondok Pesantren
BANJAR -JN- Polres Kota Banjar, Polda Jawa Barar, Rabu (14/03/2018), bertempat di Aula Mapolresta Banjar, menggelar silaturahmi dengan para pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren yang ada diwilayah Kota Banjar.
Dalam sambutannya, Kapolres Kota Banjar, AKBP. Twedy AB., S.Sos., S.I.K., MH., mengatakan, bahwa dirinya atasnama jajaran Kepolisian Polres Kota Banjar, mengucapkan selamat datang kepada para pimpinan Ponpes di Polres Kota Banjar.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, tujuan kami mengadakan silaturahmi untuk mempererat tali silaturahmi antara Polres Banjar, dengan para ulama dan kyai diwilayah Kota Banjar.
Banyak kejadian akhir - akhir ini yang membuat resah jemaah atau santri, insya allah Kamtibmas Kota Banjar, situasi aman dan kondusif bukan berarti dari TNI - Polri aja tetapi ada peran dari para ulama untuk menjaga Kamtibmas Kota Banjar.
"Tugas kami untuk menjaga kamtibmas dan menjaga masyarakat, apabila mendapatkan berita melalui Wa, media sosial konfirmasi dg babinmas, babinsa dan pihak pemerintah yg memberitakan tidak benar adanya,"
Kegiatan TNI, POLRI dan Pemerintah tidak berhenti melakukan razia di duga yang bergangguan jiwa di wilayah Kota Banjar, kami jg memiliki program shalat berjamaah pada saat berpatroli, kami mengirimkan polisi santri ke pesantren, untuk menipis berita2 hoax untuk menolak yg masuk ke kota banjar, saya minta bantuan pondok pesantren untuk menolak hoax di Kota Banjar.
Hoax ini jahat kita harus bersama- sama menolak berita hoax tersebut maupun isu sara atau hatpice. Tegasnya
Terpisah, Ketua Forum Pondok Pesantren Se-Kota Banjar, KH. Badar Ismail, mengatakan bahwa Pondok Pesantren yang ada diwilayah Kota Banjar, berjumlah sebanyak 40 pesantren. Dan alhamdulilah Polres Kota Banjar, telah mengirimkan polisi santri ke pondok pesantren - pondok pesantren di Kota Banjar, termasuk pesantren saya, terimakasih pa kapolres telah menerjun anggotanya ke pesantren2 yang mana untuk menjaga lingkungan di pesantren, yang mana di tahun 2018 merupakan tahun politik termasuk Kota Banjar mengikuti pilkada, sehingga berita- berita akan banyak isu hoax.
Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini dengan para pimpinan pondok pesantren akan membawa ide- ide yang baik, lembaga pondok pesantren merupakan lomba dakwah mereka akan diterjunkan ke daerah-daerah yang akan menjadi da'i di wilayahnya.
Hal senada, juga diungkapkan Sekretaris MUI Kota Banjar, mengatakan ditengah kondisi yang di guncang kecanggihan teknologi yang tadinya kita tidak ikut teknologi maka kita akan mengikutinya, tetapi kendalanya apabila kita sedang mengaji ada tlp ke hp kita, kita pondok pesantren ini merupakan sistem pendidikan islami yang mana diluar negeri tidak ada seperti di Indonesia, KH. Abdurahman Wahid, mengatakan benteng Islam yaitu pondok pesantren.
Mari kita menjaga pesantren dari berita - berita hoax agar membatasi diri dari media sosial oleh santri kita, mari kita kasih pemahaman kepada para santri untuk mencegah berita - berita hoax di media sosial. Tandasnya.
Liputan: (Baehaki Efendi)



Post a Comment